LeBadiste.fr

Indonésie

Mohammad AHSAN

38 ans · 173 cm · 68 kg · Droitier

Photo de Mohammad AHSAN
722
Matchsdisputés
492
Victoires492-229
68 %
Réussitesur 721 matchs
29
Titresfinales gagnées

Mohammad AHSAN est un joueur de badminton indonésien, âgé de 38 ans. Son bilan s'établit à 492 victoires pour 229 défaites sur 722 matchs disputés, soit 68 % de réussite. Il compte 29 titres en carrière. Son tableau de prédilection est le double hommes. Droitier.

Bilan par tableau

Double hommes 68 % 451-215
Autres épreuves 75 % 41-14

Par niveau de tournoi

Catégorie Bilan Réussite
World Superseries 108-56 66 %
World Superseries Premier 62-36 63 %
HSBC BWF World Tour Super 500 65-28 70 %
HSBC BWF World Tour Super 750 36-27 57 %
HSBC BWF World Tour Super 1000 36-20 64 %
BWF Events 40-7 85 %
Grand Prix Gold 36-11 77 %
Grade 1 – Individual Tournaments 23-10 70 %

Palmarès

Photos

  • Gantung Raket, Ini Pesan Pasangan Hendra/Ahsan untuk Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia
Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan secara resmi gantung raket pada Minggu (26/1) pagi. Momen pensiunnya dua atlet juara dunia ini ditandai dengan acara Moment of Honor Hendra/Ahsan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK) dalam ajang Daihatsu Indonesia Masters 2025.
Minggu, 26 Jan 2025
BAGIKAN :
Gantung Raket, Ini Pesan Pasangan Hendra/Ahsan untuk Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia
Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan secara resmi gantung raket pada Minggu (26/1) pagi. Momen pensiunnya dua atlet juara dunia ini ditandai dengan acara Moment of Honor Hendra/Ahsan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK) dalam ajang Daihatsu Indonesia Masters 2025.(foto:herry/kemenpora.go.id)
Jakarta: Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan secara resmi gantung raket pada Minggu (26/1) pagi. Momen pensiunnya dua atlet juara dunia ini ditandai dengan acara Moment of Honor Hendra/Ahsan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK) dalam ajang Daihatsu Indonesia Masters 2025.
Dalam Moment of Honor ini, Hendra dan Ahsan yang telah berpasangan sejak 2012 ini menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung karier mereka. Mulai dari keluarga, PBSI, para pencinta olahraga bulu tangkis, hingga masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan selama ini. 
Keduanya tak bisa menyembunyikan perasaan haru lantaran tidak akan lagi bermain bulu tangkis secara profesional, khususnya di Istora Senayan. 
"Pastinya kami sangat bersyukur dengan dengan pencapaian selama ini. Sekarang waktunya untuk istirahat, berkumpul kembali dengan keluarga," ujar Ahsan. 
Dalam kesempatan itu, The Daddies, julukan Hendra/Ahsan, melakoni pertandingan perpisahan melawan pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo dengan pebulu tangkis Korea Selatan (Korsel) Seo Seung-jae. Laga yang diwarnai momen-momen menggelikan dalam suasana santai tersebut dimenangkan Hendra/Ahsan.
“Sebenarnya saya memilih lawan Minions karena di tahun 2019 kita sering final bareng ya, jadi itu akan sangat spesial ya. Cuma kebetulan Gideon-nya tidak bisa, sedang ada acara. Saya hubungi Seo Seung-jae, kebetulan dia masih di sini dan dia bersedia,” beber Hendra.
Diketahui, Hendra pensiun di usianya yang ke-40 tahun, sementara Ahsan gantung raket di usia ke-37 tahun. Beberapa prestasi yang telah diraih pasangan ini di antaranya tiga kali gelar juara dunia pada 2013, 2015, dan 2019, medali emas Asian Games 2014, serta beragam gelar BWF World Tour, termasuk All England.
Sebelum berpasangan dengan Ahsan, Hendra terlebih dahulu berpasangan dengan Markis Kido dan berhasil meraih emas Olimpiade Beijing 2008. Sementara Ahsan sebelumnya berpasangan dengan Bona Septano.
Sepanjang duet mereka, The Daddies dikenal sebagai salah satu ganda putra terbaik dunia. Hal tersebut diakui para pebulu tangkis dunia yang turut memberikan testimoni dalam video yang ditayangkan di Moment of Honor Hendra/Ahsan. Salah satunya Zheng Siwei, mantan pebulu tangkis Tiongkok yang menyebut permainan keduanya begitu indah.
Hendra sendiri mengungkapkan kunci penampilan maksimal The Daddies di lapangan selama ini adalah selalu menjaga kekompakan. Menurutnya, dalam sektor ganda, komunikasi memiliki peran yang penting. Selain kekompakan, disiplin latihan dan saling mengisi satu sama lain juga menjadi kunci kesuksesan mereka. 
Hal tersebut diamini Ahsan. Kata dia, ketika tengah tertekan, mereka akan saling memotivasi satu sama lain.
"Saat lagi tertekan kita coba saling memotivasi. Kalau pukulan saya gagal dia selalu mengingatkan dan menyemangati saya, bukan justru memarahi saya," kenang Ahsan.
Meski telah pensiun, Hendra dan Ahsan mengaku akan berusaha untuk tetap bisa berkontribusi memajukan bulu tangkis Tanah Air. Rencana terdekat keduanya yaitu membuka arena bulu tangkis bersama dengan sponsor mereka.
“Kita ada rencana membuat The Daddies Arena, lapangan bulu tangkis,” sebut Ahsan
Sementara itu Hendra Setiawan berharap sepeninggal mereka akan ada regenerasi ganda putra Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa. Dia pun memberikan pesan kepada para pebulu tangkis Indonesia untuk lebih bekerja ekstra dalam meraih prestasi di tengah persaingan yang kian ketat. 
Diakui, bulu tangkis Indonesia saat ini dalam posisi yang agak menurun. Sementara negara-negara lain justru mulai naik prestasi bulu tangkisnya. “Kita harus introspeksi, apa kekurangan yang harus kita perbaiki,” ujar Hendra.
Dengan kondisi seperti itu, pria asal Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) ini berharap para pebulu tangkis muda Indonesia bisa terus berlatih lebih banyak lagi. Karena untuk menjadi juara saat ini tidaklah mudah.  

“Jadi kalau latihan-latihan biasa saja, saya rasa masih kurang. Jadi harus ekstra lagi,” tegas Hendra. (luk)
    © Ministry of Youth and Sports of Republic of Indonesia · Public domain
  • Selamat! Anthony Ginting Cs Resmi Jadi PNS Kemenpora
Sejumlah atlet bulutangkis resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Mereka adalah mulai dari Anthony Ginting, Marcus Fernaldi Gideon, hingga Liliyana Natsir.
Kamis, 10 Nov 2022
BAGIKAN :
Selamat! Anthony Ginting Cs Resmi Jadi PNS Kemenpora
Sejumlah atlet bulutangkis resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Mereka adalah mulai dari Anthony Ginting, Marcus Fernaldi Gideon, hingga Liliyana Natsir. (Foto: Instagram/@fajaralfian95)
Jakarta: Sejumlah atlet bulutangkis resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Mereka adalah mulai dari Anthony Ginting, Marcus Fernaldi Gideon, hingga Liliyana Natsir. 
Hal tersebut diketahui dalam akun Instagram @fajaralfian95 seperti dilihat pada Kamis (10/11). Selain Fajar, juga ada Hafiz Faizal, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, Tantowi Ahmad, serta Greysia Polii. Ada juga atlet wushu Edgar Marvelo dan lainya. 
Dalam kesempatan ini, mereka terlihat mengenakan seragam putih lengkap dengan dasi hitam dan celana hitam. Para atlet tersebut telah melalui pendidikan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional Pertahanan (Pusdiklat Tekfunghan). 
Pada unggahannya, Fajar Alfian menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada Kemenpora. Setelah menjalani serangkaian proses, mereka akhirnya resmi menjadi PNS pada 2022. 
“Terima kasih banyak untuk pemerintah @kemenpora atas apresiasinya, dari CPNS 2018 dan sekarang sudah resmi menjadi PNS di 2022 lewat pendidikan pelatihan di @pusdiklat_tekfunghan," tulis Fajar sebagaimana dikutip dari Instagramnya.
Fajar juga menyampaikan, karirnya sebagai atlet hingga menjadi PNS adalah buah dari kerja kerasnya. Termasuk juga doa dan dukungan dari keluarga. 
“Sungguh penghargaan yang berarti buat kami sehingga orang tua sekarang mendukung anaknya menjadi olahragawan yang membela bangsa ini yang mempunyai bekal di masa depan,” tambah Fajar. 

Unggahan yang dilakukan Fajar mengundang respons dari penggemar bulutangkis. Mereka mengucap selamat atas capaian prestasi yang telah ditorehkan dari para atlet.(jef)
    © Ministry of Youth and Sports of Republic of Indonesia · Public domain
  • Hendra Setiawan - Mohammad Ahsan at 2013 Axiata Cup
    © TSportsasia · CC BY-SA 3.0

· voir sur Commons

Évolution par saison

2012 : 20 victoires, 14 défaites 12 2013 : 45 victoires, 9 défaites 13 2014 : 32 victoires, 9 défaites 14 2015 : 46 victoires, 14 défaites 15 2016 : 31 victoires, 15 défaites 16 2017 : 19 victoires, 11 défaites 17 2018 : 40 victoires, 17 défaites 18 2019 : 59 victoires, 15 défaites 19 2020 : 12 victoires, 3 défaites 20 2021 : 23 victoires, 14 défaites 21 2022 : 35 victoires, 19 défaites 22 2023 : 30 victoires, 19 défaites 23 2024 : 8 victoires, 13 défaites 24 2025 : 1 victoires, 1 défaites 25
Victoires et défaites par saison. Une colonne absente signale une saison sans match.

Partenaires de double

Derniers matchs